Cerita Sex Dewasa Mimpi Basah Dengan Tante Sendiri

Cerita Sex Dewasa Mimpi Basah Dengan Tante Sendiri

Spread the love

Cerita Mesum – Pertamakali saya kenal sex yaitu selagi saya duduk di kelas dua smp. Saat itu saya tinggal berbarengan paman di kota Jbr, sedang keluargaku tinggal di kota Bwi. Lain dengan selagi tinggal berbarengan keluargaku, dirumah paman ini saya relative bebas bergerak sesukaku, terlebih pamanku yang anggota TNI kerap tak ada di rumah sesaat istrinya, Bi Supi, tak berani melarangku.

Salah satu kesukaan beratku saat itu yaitu melototin TV hingga larut malam. Sampai satu selagi, ada satu film menarik yang lagi tengah saya lihat, yang nyatanya sempat juga buat Bi Supi kerasan menontonnya sampai larut malam. Saat itu saya cuma berdua dengan Bi Supi. Jadi waktu sesekali Bi Supi berkomentar, saya segera menyahut sekenanya. Hingga satu selagi ada adegan yang agak porno serta panas, mendadak Bi Supi nyeletuk : “Heh, yang ini kamu nggak bisa saksikan, masihlah kecil! ” tuturnya sembari matanya tetaplah melotot ke monitor TV.

Tanpa ada fikir panjang serta tanpa ada sadar kalau Bi Supi yaitu istri pamanku sendiri, saat itu saya menyahut dengan suara agak nakal. “Udah di sunat kok Bi, tinggal nyoba pakeknya yang belum, ”. Kataku.

Mungkin karna terasa risih atau sungkan, saat itu Bi Supi cuma diam serta tak segera menyikapi celoteh nakalku. Tak tahu mengapa, saat itu saya seperti berniat memancing supaya Bi Supi pengen ngomong yang jorok-jorok. Jadi akupun selalu berceloteh sesukaku. Serta mendadak Bi Supi buka mulutnya.

“Emang kamu ngerti yang gituan? ”

“Ngerti dong. Wong tidak susah kok! ”

“Kalau ngerti ya sudah! ” tuturnya sembari melirik ke arahku.

Sesudah sebagian selagi kami sama-sama terdiam, selanjutnya saya cobalah buka percakapan lagi. Serta kesempatan ini saya berniat lebih menghadap.

“Bi, tuturnya bila pertama begituan rasa-rasanya sakit yah? ”

“Nggak tahu! ”

“Lho, saat pertama dahulu Bibi terasa bagaimana? ”

“Lupa! ”

“Kalau sudah kerap gituan, enak ya Bi? ”

“Ahh kamu pengen tahu saja! ”

“Ya memang pingin tahu, Bi! ” kataku sembari menahan nafas yang merasa mulai menyesakkan dada. Serta sejurus lalu, istri paman yang masihlah tampak cantik dengan badan yang padat diisi itu mendadak menatapku tajam. Saya yang saat itu masihlah kuper, cuma dapat membalasnya dengan senyum kecut, karna takut kalau-kalau dia geram serta melaporkan kelakuanku pada paman. Namun, tak tahu setan mana yang mendadak datang serta berniat menyebar godaan, sampai mendadak saya berkemauan kuat mendekat kearah sofa tempat duduk Bi Supi. Cerita Semi

Seperti berniat memberiku peluang, saat itu Bi Supi cuma diam saja waktu tangannya saya pegang-pegang. Serta saya yang mulai tidak terselesaikan, merasa makin berani ambil langkah lebih jauh. “Jangan Bob! Saya ini Bibimu!, ” rintihnya waktu tanganku mulai menelusup masuk kebalik pakaian dasternya yang longgar.

“Bi, mari Bi. Saya menginginkan sekali rasakan! ” rengekku.

Serta, Ouuw, tanpa ada banyak ba-bi-bu lagi, tangan Bi Supi segera mencapai selangkanganku, meremas kemaluanku dengan lembut sembari matanya sedikit terpejam. Lalu saya balas dengan meremas buah dadanya yang masihlah kenyal serta menggemaskan. Serta sesudah saya sukses menanggalkan daster Bi Supi, ganti dia yang dengan cekatan menarik resluiting celanaku, selanjutnya menariknya sampai saya telangjang.

Bi Supi segera jongkok dihadapanku. Lalu dengan lahapnya dia melumat kemaluanku hingga semua sisi diselangkanganku. Saya cuma dapat merem-melek dibuatnya. “Ouuhhg, selalu Bi, terusss Bi.! ” Kataku seperti melayang-layang terbuai kesenangan.

Sesudah senang melumat alat vitalku, Bi Supi selanjutnya berdiri persis di depanku sembari menyorongkan vaginanya ke mukaku. Tanpa ada terasa jijik, akupun menjilati lobang vagina Bi Supi yang telah mulai basah. “Oughh Bob, teruss Bob.. terussss,.. achhhh,! ” celotehnya sembari selalu menekan-nekan vaginanya ke arah mulutku…

“Teruss Bob, bibi hampirrrr, ooughh…! ” erangnya sembari mendekapkan kepalaku kearah selangkangannya. Serta mendadak Bi Supi menorongku sampai saya rebah di Sofa. Lalu dia menindihku, sesaat tangan kirinya membimbing kemaluanku ke lobang Vaginanya. “OOuuugghhh… SSsttttss!! ” rintihnya waktu kemaluanku telah terjepit di selangkangannya. Bi Supi yang tampak mulai hilang kesadarannya itu, mulai menggoyangkan badannya. Matanya terpejam, sedang dari bibirnya selalu mendesis seperti ular kobra yang akan mematukkan bisanya. “OOOuuuugghhhhhh……. Saya kellluuuaarrrr BBoooobb,!! ” Jeritnya tertahan, sesaat tanganya mendekapku erat-erat. Lalu dia menggolosoh di sampingku.

“Bi, saya belummm,! ” bisikku ketelinganya.

Lalu, Bibi menarikku keatas badannya yang telah basah oleh keringat. Sembari tetaplah memejamkan matanya, Bi Supi mencapai kemaluanku serta membimbingnya masuk ke lobang memeknya yang telah basah kuyup. “Ayo Bob,.. “ tuturnya lirih… Serta, “OOuugghhh, … SSsttssss, achhhhhh,.. Biiii,!! ”.. Spermaku juga muncrat dengan deras sesudah lima belas menit lamanya saya menggesek-gesekkan kemaluanku dalam lobang vaginanya….

Sejak peristiwa malam itu, saya terasa seperti orang yang ditakdirkan jadi keponakan yang paling kurang ajar pada pamannya sendiri. Sebab, nyaris kapan waktu waktu paman tiada di rumah, akulah yang menukar paman utk memuaskan nafsu birahi bibiku. Serta kapanpun bibi pengen, di kamar, di rang tamu, di dapur mau pun di kamar mandi, saya senantiasa sanggup memuaskan nafsu bibiku…. END